Kenapa Trader Harus Bisa Melupakan Transaksi? Inilah Penjelasannya

Posted on

 

Seorang Trader Harus Memiliki
Sifat Melupakan Transaksi.
Mengapa demikian? Jika seorang trader masih
menghubungkan dengan emosi yang berlebihan terhadap market entah itu forex,
saham ataupun crypto maka hidupnya selama anda masih bertransaksi di bisnis
financial markets tidak akan bisa tenang. Justru ketidak pedulian dibutuhkan apalagi
saat anda sudah melakukan eksekusi dimarket dan sudah sadar akan ketidak
pastian di market.

Dan sekarang coba anda renungkan
perasaan seperti apa yang anda rasakan sebagai seorang trader entah itu masih
pemula atau yang masih bergelut dengan pikiran anda sendiri walaupun sudah
mengikuti kelas kemana-mana. Apakah lebih banyak takutnya?

 

Pernah mendengar istilah FEAR
& GREED?

Ya Fear adalah ketakutan dan
Greed adalah Keserakahan

Fear adalah Rasa takut
yang berlebihan sehingga mengalahkan Logika berfikir, sedangkan Greed
adalah Keinginan memiliki yang berlebihan/keserakahan untuk memperoleh
keuntungan yang besar dan cepat. Pentingnya sifat bodoh amat dalam mengatasi
Fear & Greed adalah untuk mencegah hal yang seharusnya tidak anda lakukan
seperti tidak mematuhi keputusan anda di awal anda rencanakan.  Disini saya hanya akan menjelaskan apa itu
Fear serta penyebab kemunculannya.

 Kenapa Trader Harus Bisa Melupakan Transaksi? Inilah Penjelasannya


Penyebab Kemunculan Fear
(Ketakutan Dalam Trading) Dan cara mengatasinya

1.      
Pernah mengalami loss beruntun bahkan Margin
Call.

Cara Mengatasi : Cari tahu
apa penyebab anda loss beruntun karena bisa jadi memang kondisi market sedang
tidak mendukung, itu momen yang memang ada dalam trading misal seperti
perubahan trend yang tiba-tiba berubah dll. Tapi jika anda sampai margin call
anda hanya perlu belajar bagaiman money management yang baik itu seperti apa
karena jika akun trading bisa sampai margin call itu berarti kesalahan terletak
dari money management yang tidak sehat dan pengaruh emosi yang berlebihan.

2.      
Tidak yakin dengan diri sediri serta
metode yang digunakan.

Cara Mengatasi : Ingat!
Tidak ada Teknik trading yang 100% profit, anda bisa salah dalam menganalisa,
atau salah prediksi itu manusiawi. Jika anda masih tidak yakin dengan diri anda
sendiri serta metode yang digunakan hanya akan membebani pikiran anda sendiri
sehingga anda kemana-mana cari metode yang pasti profit sedangkan metode
seperti itu dalam segi teknikal maupun aliran fundamental jelas tidak ada. Maka
dari itu berlatih dulu diakun demo sebelum masuk ke akun real dan rasakan
proses trading itu seperti apa.

3.      
Modal yang dipakai untuk trading bukan
dana bebas.

Cara Mengatasi : Untuk
mendapatkan profit dalam trading diperlukan ketenangan emosi. Jika anda memakai
dana pinjaman, atau seluruh uang anda dimasukan dalam satu akun buat trading,
itu hanya menyebabkan ketakutan yang berlebihan. Jadi selalu gunakan dana bebas
/ uang yang tidak terpakai saja.

4.      
Terlalu banyak Teknik yang digunakan
akhirnya timbul rasa ragu dan takut melakukan eksekusi dimarket.

Cara Mengatasi : Cukup
melatih satu atau dua teknik saja dan dilatih sampai anda merasa (ya.. saya
cocok dengan metode ini
). Setelah itu pastikan berdasarkan apa anda entri /
transaksi di market. Misalkan anda berperinsip (saya hanya akan trading jika
menemukan area Supply And Deman).

5.      
Tidak punya history trading (Backtest).

Cara Mengatasi : Catat
history trading anda dengan metode yang anda pelajari, Bisa pakai akun demo
atau hanya sekedar charting melalui platform seperti TradingView  dan catat berapa Win Rate and ajika memakai
metode tersebut hingga anda yakin dengan metode anda. Ini adalah salah satu
ritual yang wajib dilakukan sebelum anda masuk ke akun real

6.      
Terlalu sering memperhatikan pergerakan
transaksi anda apalagi saat floating minus.

Cara Mengatasi : Jangan
terlalu sering memperhatikan transaksi yang sudah berjalan, pastikan anda sudah
mematuhi trading plan anda dengan money management yang sehat dengan memakai
STOP LOSS. Setelah itu anda harus bersikap seperti tidak terjadi apa – apa entah
itu floating minus ataupun belum sampai ke take profit yang sudah ditentukan
sejak awal.

Kesimpulan

Pada saat berhadapan atau
menganalisa pergerakan harga pasar, mekanisme otak manusia cenderung
berperilaku primitive yang sesungguhnya disebabkan oleh ketakutan ataupun ke
andai – andaian dan jika dibiarkan tidak terkontrol maka akan mengakibatkan
kebingungan pada diri sendiri.

Supaya anda jadi seseorang trader
yang tidak berandai-andai, ciptakan profit dari kebiasan anda memandang
pergerakan pasar seperti anda adalah indikator yang bersifat objektif. Anda harus
mengoptimalkan bagian dari otak yang berperan untuk menguasai suatu
permasalahan dalam menganalisa serta merancang sesuatu rencana/trading plan berdasarkan
apa yang anda lihat bukan apa yang anda pikirkan.

Dampak Subjektivitas dalam
Trading

1.      
Terbentuk perilaku tidak disiplin dalam
menjalankan trading plan anda.

2.      
Timbul keragu-raguan yang berlebihan.

3.      
Aktivitas trading berdasarkan prediksi bukan
teknikal.

4.      
Menjadi tidak yakin dengan metode yang sudah
dipelajari.

5.      
Tidak mendapat ketenangan dengan transaksi yang
sudah berjalan.

6.      
Mudah frustasi jika pergerakan harga bergerak
tidak sesuai dengan yang dipikirkan.

Pentingnya mengelola mindset
dengan metode yang benar dalam trading adalah untuk melatih anda berperilaku
seperti indikator atau robot yang bergerak berdasarkan data/teknikal bukan berandai
– andai, agar terlatih menjadi trader yang tetap tenang dan disipilin dengan
rule trading anda saat menghadapi kenyataan bahwasanya market bergerak tidak
mengikuti apa yang anda pikirkan.

Trade what you see not what
you think!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *