Cara Mengalokasikan Pendapatan UMR Dengan Reksadana

Posted on

 

Konsisten berinvestasi wajib kamu
tanamkan kepada mindset semenjak dini. Meski terkadang Investasi dianggap sepele
oleh sebagian orang yang sangat khawatir tentang resiko atau kehilangan uangnya, padahal konsisten berinvestasi dapat memberikan kekayaan dimasa depan dengan mudah dan harus berani mencoba, ditahun 2024 ini ternyata masih saja terdapat
sebagian orang yang belum bisa cara mengalokasikan pendapatan pokok atau UMR buat
diinvestasikan, serta pada kesimpulannya masih banyak orang yang suka terhambur-hamburkan serta kurang memperhatikan akan datangnya hari dimana kita butuh yang namanya dana darurat.

Banyak yang berpikiran kalau
aktivitas Investasi cuma dapat diperuntukkan pada orang- orang dengan pemasukan
bulanan di atas pendapatan UMR. Itu cuma kesalahpahaman saja. Secara teori,
kamu cuma butuh membagi 20% pemasukan bulanan buat menabung ataupun investasi.
Bila Kamu mempunyai pendapatan 4jt perbulan hingga kamu cuma butuh menyisihkan
800k buat diinvestasikan secara teratur supaya dana kamu dapat terkumpul rapi buat berjaga-jaga sebagai dana darurat ataupun dana bebas buat membeli apa
yang mau kamu rencanakan nanti lewat produk yang memilik resiko rendah semacam
reksadana.

 

APA ITU REKSADANA?

Reksadana ialah sekumpulan
portofolio investasi semacam saham, obligasi, pasar duit serta pesan utang.
Kamu cuma butuh menyesuikan menabung serta berinvestasi secara teratur tiap
bulannya lewat reksadana. Dikala ini, kamu dapat langsung membeli reksadana
secara ruitn lewat aplikasi yang terlegalisasi oleh OJK( Otoritas Jasa
Keuangan). Bila kamu membeli reksadana secara teratur, Kamu hendak menemukan
banyak sekali keuntungan dari gimana keuangan kamu terkumpul buat dana darurat
ataupun semacamnya hingga besaran pengembalian dari investasi sepanjang periode
tertentu. Reksa dana dapat kamu beli mulai dari harga Rp10, 000 saja.

 

Cara Mengalokasikan Pendapatan UMR Dengan Reksadana

KEUNTUNGAN Serta Efek DI REKSADANA

Dana investasi dikelola oleh
Manajer Investasi handal, sehingga investor tidak butuh repot mengelola
investasi sendiri. Apalagi terdapat yang telah sediakan Robo Advisor buat
membiasakan dengan profil efek yang kamu mau. Robo Advisor hendak menolong kamu
berinvestasi kala belum yakin diri membuat keputusan investasi sendiri.

Likuiditas besar, ialah investasi
bisa dicairkan/ dijual kapan saja dengan memakai harga NAB yang berlaku dikala
penjualan. Banyak opsi produk cocok dengan profil resiko serta tujuan keuangan.
Investasi ReksaDana bisa dibeli dengan modal sedikit. Diversifikasi ialah
kurangi resiko kerugian investasi.

 

Resiko INVESTASI DI REKSADANA

Resiko berkurangnya nilai
investasi yang dipengaruhi oleh turunnya harga dari Dampak (saham, obligasi,
serta pesan berharga yang lain) yang masuk dalam portofolio Reksa Dana
tersebut. Resiko likuiditas, ialah terlambat dibayarnya perintah penjualan.
Resiko universal pasar modal semacam pergantian keadaan ekonomi serta politik.
Resiko bangkrutnya saham serta obligasi yang jadi portofolio Reksa Dana. Tetapi
hingga dikala ini belum terdapat catatan history dana habis di produk reksa
dana. Jadi hingga saat ini reksadana masih jadi produk investasi dalam kategori rendah resiko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *